Museum Lampung
Dia merupakan kurator dan pemelihara budaya Lampung serta memiliki tanggung jawab yang besar agar budaya Lampung ini dapat diwariskan secara utuh oleh generasi muda.
Tujuan penggunaan virtual reality
Sosialisasi sejarah Lampung membuka banyak peluang:
Museum Lampung merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Lampung.
Virtual Reality-nya menempatkan pengguna museum di dalam dunia virtual untuk menciptakan pengalaman baru di lingkungan digital di mana mereka dapat berinteraksi dengan objek digital secara real-time.
Virtual reality memungkinkan adanya informasi digital untuk memperkaya eksistensi suatu objek budaya Lampung. Ada pernyataan sbb yang bisa diperdebatkan.
Penyebaran informasi melalui virtual reality, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi hijau, juga mengurangi jejak karbon yang dihasilkan dengan berwisata ke Museum Lampung.
Hal itu belum tentu mengurangi jejak karbon, bahkan bisa saja meningkatkan langsung jumlah kedatangan para wisatawan yang kepo untuk melihat langsung objek budaya di Museum Lampung.
Metode pengembangan
Subscribe newsletter
Dapat email setiap kali myTriDharma publish post baru. Tanpa spam, unsubscribe kapan saja.
Privacy: email kamu cuma dipakai untuk kirim post baru dari blog ini. Tidak di-share, tidak di-jual.
Komentar (0)
Memuat komentar…
Artikel Terkait dari RADEN
Topik Serupa
Bacaan Lain di Blog Unila
Tulisan terkait dari penulis lain — kurasi otomatis berdasarkan kategori & tag.